Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts

Sunday, July 25, 2010

MENGAPA HARUS SHALAWAT ? APAKAH NABI BELUM SELAMAT?

1 comments

Dalam rangka upaya MEMBELA DIRI atas serangan akidah yang berasal darii "umat lain", ramai sekali diluar sana, orang kafir mengkritik shalawat pada Nabi. Mereka para kufar berkata: Ooooh... Nabi Muhammad belum selamat karena setiap shalat masih didoakan oleh umatnya agar selamat! Bagaimana mau menyelamatkan umatnya sedang menyelamatkan diri & anaknya saja tidak mampu?




^_^ ... capek deh ... mereka tersenyum mengejek...

Mengapa kita bershalawat baik saat shalat dan juga diluar shalat?

Apakah memang itu berarti Nabi belum selamat?

Apa jawaban kita?



1. SHALAWAT BUKAN DOA



Mengapa shalawat bukan doa? Apa buktinya? Harus ada buktinya dong!

Shalawat dilakukan sendiri oleh Allah pada Rasulullah Muhammad SAW.



Qs.33 Ahzab:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.



Jelas disitu "ALLAH BERSHALAWAT PADA NABI", dan ini tidak mungkin diartikan sebagai doa karena doa itu dari makhluk pada ALLAH. Jadi jika ALLAH bershalawat, maka tidak mungkin ALLAH berdo'a. Kalau shalawat diartikan doa, lalu Allah berdoa pada siapa? Allah itu menerima doa dari makhluk ciptaan-Nya.



Maaf sedikit keluar jalur, sambil menyelam minum air... ^_^

Lain dengan "umat lain", mereka menganggap "Tuhan" berdoa pada Tuhan yang lain adalah suatu hal yang biasa. Dan ini bukan fitnah, tapi kenyataan.



Matius 26:39 Maka ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan BERDOA...



Markus 14:35 Ia (Yesus) maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan BERDOA supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.



Lukas 5:16 Akan tetapi ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.



Markus 1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.



Matius 26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara aku pergi ke sana untuk berdoa."



Ibrani 5:7 Dalam hidupnya sebagai manusia, ia (Yesus) telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.



Lukas 22:44 Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.



Jadi Shalawat pada Nabi itu bukan doa sebab Allah sendiri bershalawat pada Nabi, jadi tidak mungkin Allah sebagai Tuhan berdoa pada Tuhan lain. Kalau dalam agama Kristen memang katanya sih masuk akal kalau ada Tuhan berdoa pada Tuhan.







2. SHALAWAT IALAH UCAPAN SALAM PENGHORMATAN



Qs.33 Ahzab:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.



Ini ibaratnya kita mengucapkan salam atau selamat saat ada kawan yang meraih juara nasional:



"SELAMAT YA ATAS JUARA 1 NYA!"

Apakah ini semacam do'a?

Ini bukan doa karena meski tidak diucapi selamat pun dia sudah selamat, tidak celaka atau tidak dalam bahaya!



"SELAMAT PAGI PAK"

Apakah ini do'a?

ini bukan doa karena meski tidak diberi ucapan selamat pun uangnya masih banyak .... ^_^







3. SHALAWAT IALAH PERINTAH ALLAH PADA MUSLIM



Qs.33 Ahzab:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.



Kalau diperintah oleh kitab sendiri, maka sudah KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM MELAKSANAKANNYA. Jangan seperti "umat lain" yang jelas-jelas diperintah malah dilanggar, dan yang dilarang malah diwajibkan.



Contoh=



Diperintah menyembah cuma pada Allah saja, ayatnya:



Lukas 4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!"



Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!"



Markus 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Yesus tidak bilang: Tuhanmu aku, atau Tuhan itu Trinitas, atau Tuhan itu 3 tapi 1)



Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!





Klik pada gambar untuk copy paste gambar lebih jelas untuk disebarkan... ^_^





Ada juga perintah bersyahadat yang sering dilanggar "umat lain":



Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR, DAN MENGENAL YESUS KRISTUS YANG TELAH ENGKAU UTUS.



Tidak ada Tuhan Selain Allah, Isa Rasulullah

Tidak ada Tuhan Selain Allah, Muhammad Rasulullah





Klik pada gambar untuk copy paste gambar lebih jelas untuk disebarkan... ^_^





Untuk singkatnya, saya rangkum dalam 28 pelanggaran "umat lain":

1. Nabi Isa a.s. Menyuruh menyembah cuma pada ALLAH saja

----> Gereja ajarkan "Tuhan" bapak, "Tuhan" anak & "Tuhan" roh

2. Nabi Isa a.s. Tidak pernah menyuruh orang menyembah dirinya

----> Gereja ajarkan menyembah Yesus

3. Nabi Isa a.s. mengajarkan Syahadat

----> Gereja ajarkan baptis "Tuhan" bapak, "Tuhan" anak & "Tuhan" roh

4. Nabi Isa a.s. mengajarkan shalat dengan sujud setiap hari

----> Gereja ajarkan 1 minggu 1x tanpa sujud

5. Nabi Isa a.s. mengajarkan hadap kiblat

----> Gereja ajarkan menyanyi nyanyi

6. Nabi Isa a.s. mengajarkan berwudhu dahulu sebelum shalat

----> Gereja menghapus wudhu, padahal ayatnya jelas

7. Nabi Isa a.s. mengajarkan buka alas kaki/alas kaki jika masuk rumah ibadah

----> Gereja ajarkan guna alas kaki masuk gereja

8. Nabi Isa a.s. mengajarkan sunat

----> Gereja kata sunat cuma adat, padahal perintah & ancaman jelas

9. Nabi Isa a.s. mengajarkan berdoa pada ALLAH

----> Gereja ajarkan berdoa pada Yesus, Maria, Malaikat, Santo

10. Nabi Isa a.s. mengajarkan menuruti hukum Taurat

----> Gereja ajarkan Taurat tak penting

11. Nabi Isa a.s. melarang menghapus hukum Taurat setitik kecilpun

----> Gereja ajarkan Taurat dihapus

12. Nabi Isa a.s. mengharamkan semua jenis babi

----> Gereja ajarkan makan babi

13. Nabi Isa a.s. mengajarkan Shalat Tahajjud

----> Gereja siang hari saja tak pernah, apalagi 1/3 malam terakhir

14. Nabi Isa a.s. mengajarkan minta ampun cuma pada ALLAH

----> Gereja ajarkan minta ampun pada pastur / pendeta

15. Nabi Isa a.s. tak pernah ajarkan minta ampun melalui tiang salibnya

----> Gereja ajarkan dosa diampuni cuma dengan penyaliban

16. Nabi Isa a.s. mengajarkan dosa waris itu tak betul

----> Gereja ajarkan dosa Nabi Adam diwariskan semua orang

17. Nabi Isa a.s. mengajarkan jika TUHAN itu cuma 1, yaitu ALLAH

----> Gereja ajarkan Tuhan ada 3 tapi 1, 1 tapi 3. Kenapa tidak 2 tapi 1, 1 tapi 2?

18. Nabi Isa a.s. mengajarkan jika dia cuma utusan ALLAH

----> Gereja ajarkan Yesus, Utusan ALLAH, menjadi ALLAH

19. Nabi Isa a.s. mengajarkan jika dia ialah Nabi bagi bani Israel saja

----> Gereja ajarkan Yesus untuk seluruh dunia

20. Nabi Isa a.s. & para Nabi terdahulu mengajarkan pelihara janggut

----> Gereja menghilangkan ajaran pelihara janggut

21. Nabi Isa a.s. mengajarkan shalat berjamaah

----> Gereja mengajarkan nyanyi berjamaah ... ??? ^_^

22. Nabi Isa a.s. mengajarkan berdzikir & berdoa setelah sujud

----> Gereja tak tau apa lagi yang diajarkan...

23. Nabi Isa a.s. & para Nabi terdahulu melarang minum alcohol

----> Gereja jadikan Alcohol itu wajib dalam ibadah perjamuan kudus???

24. Nabi Isa a.s. melarang guna patung & gambar dalam beribadah

----> Gereja ajarkan sujud didepan patung & berdoa hadap gambar Yesus

25. Nabi Isa a.s. ajarkan menyembah ALLAH dalam roh tanpa wujud

----> Gereja ajarkan sembah selain ALLAH dalam wujud patung/gambar

26. Nabi Isa ajarkan yang tahu kiamat cuma Allah saja

----> Gereja ajarkan Yesus tahu kapan kiamat sebab Yesus Tuhan

27. Nabi Is a.s. ajarkan Shalawat pada Nabi

----> Gereja mengejek Shalawat Nabi

28. Dan banyak hal lainnya.... termasuk yang belum diposting... ^_

Sunday, July 11, 2010

URUTAN KWALITAS MADU - QUR'AN SEPANJANG MASA

0 comments
السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد



Para ilmuwan telah berhasil melakukan penelitian tentang jenis-jenis madu yang terbaik. Mereka menyimpulkan bahwa jenis madu yang terbaik adalah jenis madu yang diambil dari gunung, kemudian pada urutan berikutnya yang adalah jenis madu yang diambil dari kayu, kemudian setelahnya adalah jenis madu yang diambil dari perumahan manusia.



Hal ini selaras dengan urutan yang telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat an-Nahl ayat 68.

Allah ta'ala berfirman,



وأوحى ربك إلى النحل أن اتخذي من الجبال بيوتاً ومن الشجر ومما يعرشون



"Dan Rabb-mu telah mewahyukan kepada lebah, 'buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia'." (QS.16 Nahl: 68)



Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82



Subhanallah Walhamdulillah Wallaahu Akbar...

1 lagi bukti...

Islam TERBUKTI BENAR.....



Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

===========================================

APA BUKTI ISLAM BENAR???

Sangat penting untuk ribuan new member yang join tiap hari,tolong klik:

http://www.facebook.com/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751?v=info

Thursday, February 25, 2010

Jangan Buka Aib orang lain

1 comments
SEBAGAI orang Islam, kita sepatutnya bersyukur kerana kita dipandu oleh al-Quran dan sunnah dalam menentukan tingkah laku kita dalam menjalani kehidupan ini.

Andaikan kita ini pengembara, pastinya kita bersyukur jika sepanjang perjalanan itu kita dibekalkan dengan kompas sebagai penunjuk arah. Kita sepatutnya lebih bersyukur lagi kerana tidak semua pengemabara dibekalkan dengan penunjuk arah ini.

Berbeza dengan masyarakat Islam, masyarakat lain tiada panduan khusus dan jelas tentang bagaimana mereka seharusnya menjalani hidup ini. Jika ada sekalipun, panduan itu hanyalah untuk aspek hidup yang tertentu dan tidak menyeluruh seperti Islam. Bagi mereka, segala-galanya boleh dilakukan.

Maka, ramai yang berpegang kepada moto jenama Nike, "Just do it". Mereka pun buatlah apa sahaja yang terlintas di hati tanpa mengambil kira kesannya pada diri mahupun orang lain. Orang Islam tidak sepatutnya berpegang pada moto ini. Namun, ramai juga yang dengan bangganya memakai baju-T dengan slogan ini.

Dalam kehidupan seorang muslim, ada yang boleh dan ada yang tidak boleh dilakukan. Jika sikap dan tingkah laku umat Islam sama sahaja dengan orang bukan Islam, maka apalagi yang membezakan kita dengan mereka?

Walaupun seorang muslim itu dibatasi oleh perkara-perkara yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sebenarnya, masih banyak perkara yang dibenarkan dan sedikit sahaja yang dilarang. Satu daripada perkara yang dilarang itu ialah membuka aib diri dan aib orang lain. Membuka aib diri itu mungkin tidak begitu menimbulkan masalah kerana orang yang waras biasanya mengunci rapat keaiban dirinya sendiri.

Namun, apa yang sedang membarah dalam masyarakat kita kini ialah sikap yang suka mengaibkan orang lain. Dalam kata-kata lain, suka mendedahkan keburukan orang lain.

Semua orang ada melakukan kesilapan dalam hidup dan lazimnya kita akan merahsiakan kesilapan itu bagi mengelakkan rasa malu jika ia diketahui umum. Alangkan seorang kanak-kanak pun tahu malu jika silapnya ditegur di khalayak ramai, inikan pula orang dewasa. Maka, biasanya kita akan merahsiakan kesilapan itu agar ia tidak mengaibkan diri kita sendiri.

Namun, bila tiba kepada keaiban orang lain, sikap kita begitu berbeza sekali. Ramai yang suka mendengar atau membaca kisah-kisah keaiban orang, malah, sanggup pula memanjangkan kisah-kisah itu kepada orang lain sedangkan Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud, "Barangsiapa yang menutup aib saudara Muslimnya, nescaya Allah s.w.t akan menutup keaibannya di akhirat kelak."

Malangnya, ramai orang Islam yang lebih suka mengingkari perintah hadis ini. Mereka sama ada menjadi orang yang mengaibkan orang lain secara lisan mahupun tulisan; menjadi pendengar atau pembaca atau penonton setia kisah-kisah keaiban itu; mahupun, menjadi penyampai atau pemanjang cerita-cerita aib tersebut.

Malah, ada yang mengaut keuntungan dari keaiban orang lain. Kononnya, itulah formula untuk melariskan jualan. Soalnya, formula siapa? Formula Barat atau formula Islam yang kita bangga menjadi umatnya?

Ada juga yang mendakwa bahawa cerita seperti itu yang majoriti pembaca mahukan. Dakwaan ini mungkin benar dan biasanya majoriti akan menang. Namun, tidak semestinya majoriti itu betul. Maka, jika ternyata majoriti cenderung memilih sesuatu yang dilarang oleh agama, apakah kita patut terus menggalakkan mereka?

Dalam Surah al-Hujurat, ayat 11, Allah SWT dengan jelas melarang umat Islam dari menyatakan keaiban orang lain. Dalam ayat yang sama disebut bahawa mereka yang mengingkari larangan ini, ia menjadi fasik, maka hendaklah ia bertaubat. Larangan ini begitu penting sekali dipatuhi sehingga ia diulangi dalam ayat yang berikutnya, "... dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang...". Tidak cukupkah ayat-ayat ini memandu kita ke jalan yang benar?

Dalam pengenalan beliau mengenai Surah al-Hujurat ini, Abdullah Yusuf Ali, dalam terjemahan al-Qurannya menyebut bahawa, surah ini menyentuh tentang adab yang perlu dipatuhi oleh ahli masyarakat Islam. Selain melarang mengaibkan orang, surah ini juga memerintahkan agar: ketua dihormati, khabar angin diselidik, damaikan dua pihak yang berkelahi, manusia lain jangan dicemuh atau diperlekeh, jangan label orang dengan perkataan yang buruk, jauhi prasangka; jangan mencari salah dan keaiban manusia, jangan mengumpat dan berkenal-kenalanlah sesama manusia.

Amat malang sekali bila mana umat Islam yang telah dipandu tentang cara bagaimana untuk hidup bermasyarakat, telah tidak mengambil manfaat dari panduan itu, sebaliknya mengambil sikap yang sama sekali bertentangan dengannya.

Maka, salah siapa kalau masyarakat kita banyak cacat-celanya? Salah siapa kalau masyarakat kita tidak jauh buruk akhlaknya berbanding masyarakat Barat atau Timur yang tiada "kompas" penunjuk jalannya?

Oleh: Siti Fatimah Abdul Rahman
Fellow Kanan, Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM)

Dipetik daripada: mStar online

Wednesday, October 7, 2009

Bahaya Mengumpat

0 comments
Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
http://permata-akhwat.blogspot.com

Saudariku muslimah…

Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja puteri, mengumpat membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di mata mereka terasa remeh, ringan dan begitu mudah terpancul dari lisan. Seolah-olah percakapan tidak seronok bila tidak membicarakan kekurangan orang lain. “Si Fulanah begini dan begitu…”. “Si ‘Alanah orangnya suka ini dan itu…”. Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”

Perbuatan seperti ini selain tidak patut/tidak baik menurut perasaan dan akal sihat kita, ternyata syariat yang mulia pun mengharamkannya bahkan menekankan untuk melakukan yang sebaliknya yaitu menutup dan merahsiakan aib orang lain.

Ketahuilah wahai saudariku, siapa yang suka menceritakan kekurangan dan kesalahan orang lain, maka dirinya pun tidak aman untuk diceritakan oleh orang lain. Seorang ulama salaf berkata, “Aku mendapati orang-orang yang tidak memiliki cacat/cela, lalu mereka membicarakan aib manusia maka manusia pun menceritakan aib-aib mereka. Aku dapati pula orang-orang yang memiliki aib namun mereka menahan diri dari membicarakan aib manusia yang lain, maka manusia pun melupakan aib mereka.”1


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini



Tahukah engkau bahawa manusia itu terbagi dua:

Pertama: Seseorang yang tertutup keadaannya, tidak pernah sedikitpun diketahui berbuat maksiat. Bila orang seperti ini tergelincir dalam kesalahan maka tidak boleh menyingkap dan menceritakannya, kerana hal itu termasuk ghibah (mengumpat) yang diharamkan. Perbuatan demikian juga bererti menyebarkan kejelekan di kalangan orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ أَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِيْنَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….” [An-Nur: 19]

Kedua: Seorang yang terkenal suka berbuat maksiat dengan terang-terangan, tanpa malu-malu, tidak peduli dengan pandangan dan ucapan orang lain. Maka membicarakan orang seperti ini bukanlah ghibah (mengumpat). Bahkan harus diterangkan keadaannya kepada manusia hingga mereka berhati-hati dari kejelekannya. Kerana bila orang seperti ini ditutup-tutupi kejelekannya, dia akan semakin bernafsu untuk berbuat kerusakan, melakukan keharaman dan membuat orang lain berani untuk mengikuti perbuatannya3.

Saudariku muslimah…

Engkau mungkin pernah mendengar hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ …

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia nescaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan nescaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” [HR. Muslim no. 2699]

Bila demikian, engkau telah tahu keutamaan orang yang suka menutup aib saudaranya sesama muslim yang memang menjaga kehormatan dirinya, tidak dikenal suka berbuat maksiat namun sebaliknya di tengah manusia ia dikenal sebagai orang baik-baik dan terhormat. Siapa yang menutup aib seorang muslim yang demikian keadaannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat.

Namun bila di sana ada kemaslahatan atau kebaikan yang hendak dituju dan bila menutupnya akan menambah kejelekan, maka tidak apa-apa bahkan wajib menyampaikan perbuatan jelek/aib/cela yang dilakukan seseorang kepada orang lain yang bisa memberinya hukuman. Jika ia seorang istri maka disampaikan kepada suaminya. Jika ia seorang anak maka disampaikan kepada ayahnya. Jika ia seorang guru di sebuah sekolah maka disampaikan kepada mudir-nya (pengurus sekolah). Demikian seterusnya4.

Yang perlu diingat, wahai saudariku, diri kita ini penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. Maka sibukkan diri ini untuk memeriksa dan menghitung aib sendiri, nescaya hal itu sudah menghabiskan waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu aib orang lain. Lagi pula, orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan di hadapan manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalasnya dengan membongkar aibnya walaupun ia berada di dalam rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya5. Janganlah kalian mengumpat kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat6 mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” [HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih.”]

Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi:

يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ اْلإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لاَ تُؤْذُو الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تُعَيِّرُوْهُمْ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ

“Wahai sekalian orang yang mengaku islam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudaranya sesema muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” [HR. At-Tirmidzi no. 2032, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain, hadits no. 725, 1/581]

Dari hadits di atas tergambar pada kita betapa besarnya kehormatan seorang muslim. Sampai-sampai ketika suatu hari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memandang ke Ka’bah, ia berkata:

مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالْمُؤْمِنُ أَعْظَمَ حُرْمَةً عِنْدَ اللهِ مِنْكِ

“Alangkah agungnya engkau dan besarnya kehormatanmu. Namun seorang mukmin lebih besar lagi kehormatannya di sisi Allah darimu.”7

Kerana itu saudariku…

Tutuplah cela yang ada pada dirimu dengan menutup cela yang ada pada saudaramu yang memang patut ditutup. Dengan engkau menutup cela saudaramu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menutup celamu di dunia dan kelak di akhirat. Siapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tutup celanya di dunianya, di hari akhir nanti Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan menutup celanya sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya8.” [HR. Muslim no. 6537]

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Catatan kaki:
1 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/291).
2 Baik seseorang yang disebarkan kejelekannya itu benar-benar terjatuh dalam perbuatan tersebut ataupun sekedar tuduhan yang tidak benar.
3 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/293), Syarhul Arba’in Ibnu Daqiqil Ied (hal. 120), Qawa’id wa Fawa`id minal Arba’in An-Nawawiyyah, (hal. 312).
4 Syarhul Arba’in An-Nawawiyyah, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (hal. 390-391).
5 Yakni lisannya menyatakan keimanan namun iman itu belum tertancap di dalam hatinya.
6 Yang dimaksud dengan aurat di sini adalah aib/cacat atau cela dan kejelekan. Dilarang mencari-cari kejelekan seorang muslim untuk kemudian diungkapkan kepada manusia. [Tuhfatul Ahwadzi]
7 Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2032
8 Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Tentang ditutupnya aib si hamba di hari kiamat, ada dua kemungkinan. Pertama: Allah akan menutup kemaksiatan dan aibnya dengan tidak mengumumkannya kepada orang-orang yang ada di mauqif (padang mahsyar). Kedua: Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menghisab aibnya dan tidak menyebut aibnya tersebut.” Namun kata Al-Qadhi, sisi yang pertama lebih nampak karena adanya hadits lain.” [Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/360]

Hadits yang dimaksud adalah hadits dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُوْلُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ، أَيْ رَبِّ. حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوْبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ. فَيُعْطِي كِتَابَ حَسَنَاتِهِ …

“Sesungguhnya (di hari penghisaban nanti) Allah mendekatkan seorang mukmin, lalu Allah meletakkan tabir dan menutupi si mukmin (sehingga penghisabannya tersembunyi dari orang-orang yang hadir di mahsyar). Allah berfirman: ‘Apakah engkau mengetahui dosa ini yang pernah kau lakukan? Apakah engkau tahu dosa itu yang dulunya di dunia engkau kerjakan?’ Si mukmin menjawab: ‘Iya, hamba tahu wahai Rabbku (itu adalah dosa-dosa yang pernah hamba lakukan).’ Hingga ketika si mukmin ini telah mengakui dosa-dosanya dan ia memandang dirinya akan binasa karena dosa-dosa tersebut, Allah memberi kabar gembira padanya: ‘Ketika di dunia Aku menutupi dosa-dosamu ini, dan pada hari ini Aku ampuni dosa-dosamu itu.’ Lalu diberikanlah padanya catatan kebaikan-kebaikannya…” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Sumber: http://asysyariah.com

Bukan awla membawa alpa

0 comments
oleh : emran ahmad


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini




Baru-baru ini sewaktu melayari internet, saya ada terjumpa sebuah blog yang memuatkan cerpen tentang Cleopatra, terasa lucu membacanya apabila yang menulis ialah seorang pelajar agama daripada timur tengah. Lanjutan daripada blog ustazah tersebut, saya kemudiannya menemui iklan daripada sebuah Persatuan pelajar di Timur Tengah yang menganjurkan pertandingan menulis cerpen dan novel pusi serta sebagainya.Saya tertawa buat seketika, kemudiannya tersenyum sinis dan akhirnya merasa sedih.Saya sedih kemudiannya apabila memikirkan betapa ramai para "bakal" ustaz dan uszatah yang disibukkan dengan pelbagai perkara yang bukan Awla seperti menulis cerpen, novel dan berkhayal sastera.Sekarang sudah muncul fenomena "Cinta Agama" atau dakwah melalui ayat-ayat Cinta.Kalaulah para ustaz dan ustazah daripada timur tengah boleh berimaginasi dan berkhayal sastera di sana sini menghasil puisi puitis, karya syahdu, berangan-angan dengan cinta yang indah, apakah lagi baki yang tinggal kepada anak-anak muda mentah ?Kerap kali saya berjumpa di profile orang yang "menambah" saya di facebook mereka sebagai penggemar filem korea dan peminat novel ayat-ayat cinta.Bukan sukar untuk saya menemui gadis-gadis bertudung labuh dan berpurdah yang "bergedik" dengan lagu-lagu nasyid bertema cinta.Apabila kehidupan yang dilalui saban hari tidak didasari oleh Aqidah yang Sahih, manhaj kehidupan yang berpaksikan kepada Al-Quran dan As-Sunnah maka kehancuran umat adalah semakin dekat.Bagi menghadapi situasi yang sukar ini saya berpendapat sudah tiba masanya cerita-cerita wanita Islam dan tokoh salaf terdahulu perlu ditampilkan kepada massa.Islam (yang sahih) perlu mengambil alih dunia...Kisah berkenaan Khadijah isteri yang setia perlu diketengahkan bagi mengantikan cerita cinta yang hina, kisah Zubaidah isteri Khalifah Harun Ar-Rasyid yang bijaksana perlu ditampilkan bagi mengantikan cerita Cleopatra yang jelek.Pengajaran-pengajaran berkenaan kisah hidup wanita salaf terdahulu seperti teladan isteri-isteri rasulullah, para sahabat wanita perlu disuburkan sentiasa kepada para gadis dan wanita Islam agar mereka terbiasa dengan agama.Kita perlu ketengahkan kepada mereka bahawa para wanita salaf terdahulu tidaklah bercinta sebelum nikah, tidak bercouple dan berkasih-kasihan sebelum diakad nikah.Kita perlu cerita kepada mereka para sahabat wanita berkahwin dan bercerai sebagai fitrah dan lumrah kehidupan. Zainab Al-Jahsyi merupakan isteri kepada Zaid bin Haritsah anak angkat rasulullah dan setelah bercerai dengan Zaid maka Zainab kemudian telah dikahwini pula oleh rasulullah, bapa angkat kepada bekas suaminya ~ No hard Feeling...tanpa segan silu...tanpa resah pilu atau nasyid dan sendu...Kita perlu bercerita kepada mereka Umar bin Khattab yang tua meminang anak Ali bin Abi Tolib bernama Ummul Kultsum yang masih muda usia dan ~ No hard feeling...tiada menjadi berita sensasi atau menjadi tajuk utama di media massa...Kita perlu bercerita kepada mereka bahawa rasulullah di datangi oleh wanita yang menawarkan diri kepadanya dan apabila baginda tidak menginginkan wanita tersebut maka sahabat yang berada di sisi baginda meminta untuk menikahi wanita itu dan baginda kemudian menikahkan mereka dengan mahar daripada ayat Al-Quran lantaran kemiskinan lelaki itu....tiada menjadi heboh dan kecoh semua jiran tertangga...habis mengata sekampung...miskin tapi gatal nak berkahwin...Ianya berlaku sekelip mata ~ no hard feeling.Sungguh Islam yang di amalkan oleh mereka (kaum muslimin) di zaman salaf adalah sangat berbeza dengan kita.Ketika di dalam kereta, radio IKIM mengumandangkan lagu nasyid cinta-cintan Islamik maka saya lantas menukar tune radio di kereta saya kepada radio RTM berbahasa India.Saya memerlukan suara radio dibuka agar dapat menguatkan saya sewaktu memandu di tengah malam.Mendengar lagu India dan nyanyiannya yang saya tidak fahami adalah lebih saya sukai daripada mendengar lagu nyanyian nasyid yang durjana.Lagu India tidak menyesatkan saya, ianya bahkan mengundang kebencian saya terhadapnya tetapi lagu nasyid dengan iramanya yang memuji tuhan dan dendangannya yang mendayukan dan rentaknya yang mengerakkan bahu-bahu dan kepala para gadis, mengerakkan tangan dan kaki-kaki para gadis yang menghayatinya, lalu mengedikkan mereka di atas nama tuhan.Itulah kegedikkan di atas nama Tuhan.Masyarakat kita perlu diubah dan pembinaan tamadun serta ummah Islam perlu di dasari kepada Kitab dan Sunnah.Menjadi tanggungjawab besar kepada para pendakwah seperti Ustaz dan Ustazah untuk menyibukkan diri mereka dengan perkara yang lebih awla.Hendaklah Persatuan Pelajar Agama di Timur Tengah menganjurkan pertandingan menulis Kitab, pertandingan menghasilkan karya agama, syarah hadis, kupasan feqah, takhrij dan tahqiq risalah-risalah ilmiah dan membudayakan ilmu yang dituntut di dalam agama berbanding menganjurkan pertandingan menulis cerpen dan puisi.Itu satu kebodohan dan kebuntuan pemikiran yang merasa pengajian agama sudah selesai dengan beroleh sekeping ijazah kertas yang bernilai Rm 2.40 jika tidak kerana cop dan tandatangan yang wujud di atas kertas tersebut.
 

AL-INSYIRAH Copyright © 2008 Black Brown Art Template designed by Ipiet's Blogger Template